Saat Media Minta Klarifikasi, Kepsek SDN 01 Pekanbaru Dinilai Kurang Kooperatif


CubaNews.online Pekanbaru – Peristiwa robohnya plafon di salah satu ruang kelas SD Negeri 01 Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik. Apalagi, informasi yang beredar menyebutkan plafon tersebut tergolong masih baru karena sebelumnya telah dilakukan renovasi dalam beberapa tahun terakhir.


Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, tim media mendatangi langsung pihak sekolah untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala SDN 01 Pekanbaru, Salmah, pada Selasa (14/4/2026).


Namun, proses konfirmasi awal tidak berjalan mulus. Kepala sekolah terkesan kurang bersahabat dan mempertanyakan maksud kedatangan media, bahkan menilai kehadiran awak media seolah mencari-cari persoalan di lingkungan sekolah.


Tim media kemudian menjelaskan bahwa kedatangan tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk melakukan verifikasi informasi serta menjaga keberimbangan pemberitaan. Media juga menegaskan bahwa konfirmasi dilakukan secara terbuka tanpa adanya unsur pemaksaan.


Setelah komunikasi berlangsung lebih kondusif, barulah Kepala Sekolah memberikan keterangan. Ia mengakui bahwa memang terjadi robohnya plafon di salah satu ruang kelas. Menurutnya, kejadian tersebut diduga dipicu oleh aktivitas hewan seperti musang yang berlarian di atas plafon pada malam hari.


Pihak sekolah juga menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi tidak terlalu besar dan telah diperbaiki secara mandiri tanpa dilaporkan ke dinas terkait. Sementara itu, terkait waktu renovasi sebelumnya, Kepala Sekolah mengaku tidak mengingat secara pasti.


Sikap awal yang kurang terbuka dalam memberikan keterangan turut menjadi perhatian, mengingat transparansi informasi publik, khususnya terkait fasilitas pendidikan, merupakan hal penting yang harus dijaga.


Sebagai informasi, SDN 01 Pekanbaru sebelumnya juga pernah menjadi polemik pada tahun 2021 saat Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menutup dan mengalihfungsikan sekolah tersebut menjadi pasar. Rencana tersebut menuai pro dan kontra di tengah masyarakat dan hingga kini belum terealisasi.


Peristiwa ini tidak hanya menyoroti kondisi sarana prasarana sekolah, tetapi juga pentingnya komunikasi yang terbuka antara pihak sekolah dan publik, demi memastikan keselamatan serta kenyamanan peserta didik dalam proses belajar mengajar.** (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama