Kekerasan Siswa Terulang Lagi, Orang Tua Murid Korban Kekerasan Kecewa Cara Penyelesaiannya

ket foto : ilustrasi


CubaNews.online Pekanbaru - Dunia pendidikan Kota Pekanbaru kembali tercoreng oleh oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap anak didiknya, sehingga anak didik tersebut trauma, takut dan ada yang minta untuk pindah sekolah.


Hal ini terjadi disalah satu Sekolah Dasar (SD) negeri dijalan Kubang Raya, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tuah Madani, Kamis (23/4/2026).


Dari pengakuan salah seorang orang tua wali murid yang anaknya menjadi korban, saat awak media mengkonfirmasi apa yang terjadi sebenarnya, dimana orang tua wali murid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah lama, hampir satu tahun.


"Terungkapnya kejadian ini, pada hari Jumat (10/4), dimana salah seorang teman dari anak saya sama kelas 4, beda lokal, menghampiri saya dan mengatakan bahwa anak saya dipukul oleh guru inisial MD pakai tangkai sapu," ujar orang tua wali murid tersebut saat konfirmasi kemarin, Rabu (22/4).


"Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya coba orang tua wali murid yang lainnya, dan membenarkan adanya perlakuan kekerasan terhadap anak didik, dan anaknya juga dapat perlakuan yang sama," terangnya.


"Kemudian saya hubungi bagian TU/operator sekolah untuk bisa dicarikan solusi penyelasiannya, kalau tidak akan saya keranah hukum permasalahan ini," ungkapnya.


"Singkat cerita, kami beberapa orang tua murid yang anaknya jadi korban kekerasan duduk bersama Kepsek, ketua Komite dan orang tua murid lain berdamai dengan bersalam-salaman, dan kalau dibuat perdamaian, tidak boleh bawa hape (alat komunikasi) difoto surat perdamaian tersebut, ungkap ketua komite yang diduga wartawan," terang orang tua murid yang kecewa cara penyelesaiannya.


Setelah itu, dihari yang sama, awak media langsung kedinas pendidikan, Plt Disdik Kota Pekanbaru mengatakan bahwa kejadian tersebut benar adanya dan itu masih diranah Kabidnya (Kabid SD).


Melalui sambungan telp WA, Kabid SD, Sardius membenarkan kejadian kekerasan tersebut, dan tadi kita utus Kasi Pendidikan Kota Pekanbaru untuk memediasikan antara pihak sekolah dan orang tua murid korban.


"Tetapi tidak terlaksana, karena pihak korban tidak hadir," ujar Sardius.


Kemudian, ditempatnya sama, awak media mengkonfirmasi ke Kepseknya, hingga berita ini dipublikasi, belum direspon dan bahkan WA awak media dari Kepseknya discreenshot dan beredar kemana-mana.


Selain itu juga, karena permasalahan ini juga sudah sampai di DPRD Kota Pekanbaru, media ini akan mengkonfirmasi ke DPRD Kota Pekanbaru Komisi III yang membidangi Pendidikan sudah sampai dimana penangan permasalahan tersebut.


Dan juga, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho untuk cepat bersikap agar permasalahan kekerasan disekolah tidak terulang lagi di sekolah-sekolah lain.


Dan tadi pagi (23/4), orang tua murid melalui sambungan telpon, mengatakan bahwa kemarin benar adanya pertemuan pihak sekolah dan korban yang dimediasikan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.


"Memang ada undangan, tetapi di undangan tersebut tidak menyebut secara spesifik tujuan dari undangan tersebut," terang orang tua murid tersebut. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama